Selasa, 28 Januari 2014

Bisakah Saya Percaya pada Kamu?

Dear Bloggies,

Semakin bertambah usia saya, semakin banyak pula masalah yang datang dari segala penjuru termasuk dari dalam diri saya sendiri. Mengenal banyak orang dengan karakter yang berbeda di tingkatan pendidikan yang saya tempuh menjadikan saya tahu bagaimana menghadapi orang-orang dengan karakter yang berbeda.

Selama ini, sudah berulang kali saya ditipu, mirisnya dulu ditipu oleh sahabat saya sendiri. Lingkungan...orang bilang bahwa lingkungan membentuk dan menguatkan karakter kita, saya percaya. Berulang kali saya ditipu, sakit tapi cepat hilang, namun meninggalkan luka.

Orang bilang kepercayaan itu MAHAL harganya, saya percaya. Memang kepercayaan itu mahal harganya. Tapi saya adalah saya, berkarakter bak buku yang terbuka, saya sering kali salah menaruh rasa percaya itu pada orang.

Entahlah..saya masih sedikit ragu menaruh kepercayaan itu pada orang-orang yang saya percaya kini. Maaf kalau saya setengah-setengah dalam mempercayaimu, tapi..Bisakah Saya Percaya pada Kamu??

Saya dan Pikiran Aneh Saya

Dear Bloggies,

Entah kenapa selama beberapa hari ini pikiran saya bercabang-cabang banyak..saya juga tidak tahu.
Situasi yang saya hadapi beberapa minggu belakangan ini membuat saya menjadi pribadi yang lemah dan bergantung pada orang lain…saya benci itu

Saya terkadang tidak mengerti diri saya sendiri..tidak mengerti apa yang yang saya ingin..tapi satu yang pasti..pikiran saya itu amburadul..ruwet

Saya terkadang egois..walaupun lebih sering mengatakan “iya” meski hati berkata tidak..

mungkin..saya hanya hidup dibalik topeng..takut untuk menunjukkan sejatinya saya..entahlah

Saya selalu mementingkan omongan orang..itu yang saya benci…saya selalu menjadi orang dengan topeng manis..

terkadang saya membayangkan hidup menjadi orang lain…menjadi karakter buatan dalam imajinasi saya…karena sekarang..orang-orang di sekitar saya lebih suka men-judge orang lain..so I prefer to become someone else than judged by my society

saya benci hidup saya..dan itu menunjukkan bahwa saya kurang bersyukur dengan apa yang saya dapat..

….seandainya saja…pikiran saya diterjemahkan pasti penerjemahnya langsung kabur melihat isi pikiran saya..entahlah..saya bingung