Minggu, 24 Januari 2016

Book Review : Surga yang 'Tak' Dirindukan?

Dear Bloggies,

Tiga buku yang dengan 'rakus'nya saya borong dalam waktu satu minggu. Masih 2 dari 3 buku yang saya review.
Ini adalah kali pertama saya membeli buku karangan Asma Nadia, boleh dibilang semasa SMP hingga saat ini saya adalah penikmat Teenlit dan Metropop. Tidak heran lemari buku saya lebih banyak di dominasi dengan novel-novel Teenlit-Metropop dengan tema yang tidak jauh dari persahabatan-cinta-keluarga. Sebenarnya saya sudah melirik buku ini sejak lama sebelum di angkat di layar lebar, topik poligami selalu menjadi topik yang bisa dibilang ‘hangat’ untuk selalu didiskusikan. Kali ini saya harus sedikit kecewa karena mendapatkan edisi cetakan cover film (saya kurang suka cover nya edisi film).

Apa artinya rumah jika tak lagi menjadi pelabuhan yang ramah bagi hati seorang suami? Apa jadinya surga jika ia tak lagi dirindukan? Benarkah dongeng seorang perempuan harus mati agar dongeng perempuan lain mendapatkan kehidupan? 
Ah. Surga yang retak-retak. Peristiwa tragis dan e-mail aneh dari gadis bernama Bulan.
Pertanyaan yang terus mendera: “Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setia pada satu lelaki, kenapa cinta tidak cukup membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?
Sementara seseorang berjuang melawan Tuhan, waktu dengan sabar menyusun keping-keping puzzle kehidupan yang terserak, lewat skenario yang rumit namun menakjubkan.

Setidaknya sinopsis diatas sedikit banyak membuat hati saya tergugah, terlebih dengan kutipan “Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setia pada satu lelaki, kenapa cinta tidak cukup membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?”Seakan-akan kutipan itu menjadi pembuktian bahwasanya lelaki itu bisa dengan mudahnya membagi hati (Berdasar cerita raja-raja jaman dahulu dan beberapa orang besar yang memutuskan untuk memiliki istri kedua dst.).

Minggu, 10 Januari 2016

Lesson I've Learned in 2015 #2015biggestlesson

Dear Bloggies,

Sebenarnya beberapa bulan belakangan ini saya sudah mulai malas menulis blog saya, karena memang diam-diam saya ‘menduakan’ blog saya satu ini dengan tumblr saya. Maklum, karena tumblr saya sebagian besar berisi potongan curahan hati dan tentu saja dihiasi wajah-wajah tampan personil One Direction (saya masih setia dengan mereka setelah 5 tahun ini J).

#2015BiggestLesson? Terima kasih untuk Ucik dan Weka yang memberikan ide buat saya untuk menuliskan pelajaran terbesar saya di tahun lalu. Saya membutuhkan sedikit waktu lebih untuk benar-benar bisa berbagi pelajaran terbesar saya di tahun 2015 kemarin secara objektif dan tidak emosional.

Tahun 2015 menjadi tahun yang bisa dibilang tahun terberat dari tahun-tahun dari Andina Sholekhah Putri, ya...setidaknya itu yang sempat terbersit di pikiran saya pada awal tahun 2015 lalu. Tugas Akhir yang menjadi ‘momok’ bagi saya, dengan kondisi sensor yang memberikan ‘ketidakpastian’ data. Ah...saya hampir saja putus asa saat itu....setiap hari saya hanya mengeluh dan mengeluh tanpa ada usaha untuk bersikeras menyelesaikan hal tersebut.