Selasa, 24 Oktober 2017

Srau Beach, A Short Weekend Escape

Dear Bloggies,

“Every time I stand before a beautiful beach, its waves seem to whisper to me: If you choose the simple things and find joy in nature's simple treasures, life and living need not be so hard.” 
Psyche Roxas-Mendoza

I must say that I am a beach-lover, because I love spending my time strolling around or just sitting at the beach and let my mind wander. And this time, I have a chance to explore Pacitan again in a such short weekend escape. Perjalanan panjang ke Pacitan kali ini somehow sebanding dengan apa yang saya harapkan. Saya berangkat menuju Pantai Srau Pacitan bersama Aidda, dan adiknya yang selalu dengan senang hati membuka pintu rumah nya untuk saya sebagai tempat akomodasi sementara di Pacitan.

Minggu, 10 September 2017

Resep Spring Roll (Lumpia) ala Andin

Dear Bloggies,




Ketika lapar melanda, kreativitas untuk menciptakan inovasi baru muncul. Saat itu, saya ingin mencoba membuat lumpia goreng isi sayur yang sehat, enak dan mengenyangkan, dan PLOP!! muncul ide membuat lumpia isi Sayur hasil eksperimen ngawur saya. Bagi yang tidak terlalu suka memasak, atau yang tidak terlalu suka sayuran, semoga resep ini bisa menginspirasi kalian. 

A Cup of Coffee And A Flashback About The Past

Dear Bloggies,





Aku merapatkan tanganku, menangkup secangkir kopi hitam panas tanpa gula. Uap panas kopi mengepul melegakan hidungku yang beberapa waktu terakhir memiliki ketergantungan terhadap aroma kopi hitam yang memberikan kenyamanan bagiku. Malam ini, aku duduk di tempat seperti biasanya di cafe yang selalu ku kunjungi tiap kali datang ke kota Malang, sembari melihat hiruk pikuk kendaraan yang melintas malam ini. Hujan deras yang mengguyur kota ini tidak membuat kemacetan berkurang, namun sebaliknya. Ramainya klakson kendaraan bersahutan satu sama lain, kota ini semakin ramai. 

Selasa, 08 Agustus 2017

Random Note Tentang Pemahaman Lebih Baik

Dear Bloggies,

Terkadang, muncul sejuta tanya di pikiran saya tentang semua hal yang telah terjadi dalam beberapa waktu terakhir ini. Pahit, asam, manis, asin, gurih dan masih banyak cita rasa lain tentang hidup sudah saya dapatkan, meski mungkin masih dalam porsi ‘mini’. Saya sempat berfikir, tentang tujuan diciptakan nya manusia, kenapa manusia harus diciptakan hidup didunia, dan kenapa manusia harus mengalami banyak persoalan rumit tentang duniawi.

Tentang kehilangan, saya sudah akrab dengan perasaan kehilangan. Kehilangan Nenek yang saya sayangi, kehilangan Mama yang sangat saya banggakan, kehilangan hal terpenting dalam hidup saya hingga saya sempat tersesat kehilangan nurani saya dan kehilangan-kehilangan lain yang tidak terhitung jumlah nya. Banyaknya hal yang hilang lantas tak membuat saya bisa terbiasa dengan kehilangan itu. Saya masih dalam tahapan belajar untuk mengikhlaskan semuanya, hal yang sudah memang waktunya hilang dan yang sudah terlanjur hilang. Saya menganggap, hal-hal yang telah hilang meant for good ~They’re gone for good, pasti ada hikmah dibalik setiap hal yang terjadi di dalam hidup kita.

Selasa, 20 Juni 2017

Nasi Uduk Bakar, Pilihan Destinasi Kuliner Malam Kota Kediri

Dear Bloggies,

Nasi Uduk Bakar ETHA Jaya

Udara malam di Kota Kediri kali ini lumayan dingin karena angin berhembus dengan kencangnya. Saya dan kakak, yang saat itu dalam perjalanan pulang sehabis berbelanja di swalayan memutuskan untuk mencicipi salah satu kuliner malam Kediri. Kakak saya sebenarnya sudah lama tahu tempat kuliner ini, namun hanya sebatas melewati saja, tidak sempat mampir karena memang budaya di keluarga kami yang tidak terlalu suka untuk makan atau jajan di luar rumah (masakan ibuk saya is the best lah..).

Jumat, 28 April 2017

Tentang Kamu, Pemahaman Hidup yang Lebih Baik

Dear Bloggies,
BOOK DESCRIPTION
Rate                      : 5 out of 5
Writer                  : Tere Liye
Title                      : Tentang Kamu
Publisher             : Republika
Cetakan ke-         : Kesebelas, Januari 2017
Halaman              : 524 Halaman
Format                 : Paperback
I Have The Copy of This Book













Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang akan menemukan kita. Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali, aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi. Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi. Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir. Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan.
***
Atas dasar pekerjaan, Zaman Zulkarnaen harus menelusuri hidup seorang kliennya, perempuan pemegang paspor Inggris yang barusan meninggal dan mewariskan harta yang jumlahnya bisa menyaingi kekayaan Ratu Inggris. Tiga negara, lima kota, beribu luka. Hingga akhirnya Zaman mengerti, bahwa ini bukan sekadar perkara mengerti jalan hidup seorang klien, melainkan pengejawantahan prinsip kuat di tengah cobaan yang terus mendera.

Tentang Kamu adalah novel terbaru Tere Liye. Sebuah karya yang tak hanya akan membawa pembacanya menyelami sebuah petualangan yang seru dan sarat emosi, tapi juga memberikan nilai positif sehingga membuat hidup serasa lebih patut disyukuri.

My Opinion
Tidak disangka, dalam perjalanan karir seorang Zaman Zulkarnaen di salah satu firma hukum yang terkenal di London membawa nya menyelami kisah hidup salah satu klien nya, Sri Ningsih. Sri yang saat itu dinyatakan meninggal di Paris, meninggalkan warisan dengan jumlah yang teramat besar  dan mempercayakan pembagian warisannya kepada firma hukum Thompson & Co.,. Zaman yang hanya memiliki waktu terbatas harus berpacu dengan waktu untuk menemukan surat wasiat dan ahli waris Sri Ningsih karena harta akan diklaim oleh pemerintah Inggris apabila Sri tidak meninggalkan surat wasiat.

Senin, 24 April 2017

Memberi Jarak Pada Cinta, Memaknai Kehilangan

*BOOK DESCRIPTION
Rate             : 3 out of 5
Writer          : Falafu
Publisher      : Media Kita
Cetakan ke-  : Ketujuh, Januari 2017
Halaman       : 248 Halaman
I Have The Copy of This Book













Ada orang-orang yang tidak begitu beruntung, karena kebahagiaannya datang lewat cara merebut senyum dari wajah-wajah di sekitarnya. Ada orang-orang yang memang cara hidupnya sangat malang, karena keberadaannya justru hadir lewat jalan mengecilkan cara hidup orang lain—hanya agar dirinya terlihat lebih besar. Dan ada orang-orang yang justru baru merasa utuh, setelah membuat hati orang yang mencintainya tidak lagi penuh.

Manusia, mereka selalu punya alasan untuk membuatmu bersedih dan hilang kepercayaan akan hadirnya kebaikan. Namun, seberapa pun mereka berusaha melakukannya, hidupmu akan tetap baik-baik saja. Selama kamu bersedia mencoba memahami  bahwa;  setiap manusia hanya sedang berusaha bertahan hidup dengan caranya masing-masing—dan dengan kehilangannya sendiri-sendiri.

My Opinion
To be honest, butuh kekuatan hati bagi saya untuk menghabiskan keseluruhan buku ini (lebaaay). Ketika habis membaca beberapa bagian, air mata saya jatuh tanpa kendali dan kemudian berhenti beberapa waktu untuk menenangkan kembali hati. Buku ini bisa dibilang buku amat super duper galau (bagi orang yang baru saja mengalami kehilangan, kehilangan seseorang atau sesuatu), tapi mungkin akan terasa membosankan bagi kalian yang nggak terlalu suka dengan buku dengan genre seperti ini (yah...karena nanti akan banyak cerita menye-menye sedih menyayat hati). Kali ini saya bakal mulai mengulas mulai dari sampulnya, biar ulasannya nggak melulu tentang cerita-cerita galau yang ada di dalam buku.

Kamis, 06 April 2017

A Random Note

Dan sebagai manusia,
Aku ingin diterima selapang aku menerima..
Benarkah kamu bisa menerima? Benarkah kamu bisa memiliki pemahaman yang lebih?
Bukankah ucapan seringkali tak seirama dengan tindakan?
Bukankah ucapan seringkali tak seirama dengan kata hati?
Entahlah...

Ketakutan terbesarku adalah ketakutan untuk melukai orang lain (lagi)..
Takut untuk tidak bisa diterima..
Takut untuk kemudian harus jatuh terhempas merangkak hingga sanggup berdiri lagi
Bagiku, berdamai dengan masa lalu tidak semudah membalikkan telapak tangan..
1 tahun...2 tahun...3 tahun....atau bahkan sampai kematian datang ke hadapanku
Aku tidak tahu sampai kapan aku bisa berdamai dengan masa lalu...

Berdamai dengan diri sendiri dan Tuhan?
Ah..Itu urusan masing-masing

Rabu, 08 Maret 2017

24, Yeah...I'm Grateful for The Experience that Made Who I Am Now

Signature Pose. Kuta Beach-Lombok

Happy birthday Andin!..Congratulation, you passed another year and  survived trough it all. It’s my commitment to make a flashback article each year for celebrating my birthday, a flashback story about everything that I’ve been through for a year and lesson I’ve learned in order to be a better human in the future (tssah..).

I’m 24 years old now, hell yeah...sudah hampir seperempat abad dan masih saja happily enjoying-me-time-by-myself (bahasa alusnya dari...single). Alhamdulillah, Allah masih memberi saya kesempatan untuk memperbaiki diri, hingga sampai detik ini ketika saya mengetik flashback article alay. Pelajaran-pelajaran yang saya dapatkan dalam beberapa tahun terakhir selalu saya ingat in order to not make the same mistake twice.

Rabu, 04 Januari 2017

2016 Andina Dalam Kata #2016LessonLearned


Akhirnya bab tahun 2016 sub-bab bulan Desember dalam catatan perjalanan hidup Andin ditutup dengan sangat manis. Setelah satu tahun mengalami jatuh yang menjadi sebuah kejatuhan yang sangat berat dari tahun-tahun sebelumnya, di tahun ini saya juga  perlahan mulai bangkit untuk kemudian berlatih berjalan kembali (agak lebay memang, but that’s what I’ve been through this year). Hanya bisa mengucap syukur yang tiada henti pada Allah atas semua anugerahnya yang berupa kejutan-kejutan manis di sepanjang tahun ini.

Di awal tahun 2016, tidak jarang terlintas pikiran nekat mengerikan di kepala saya hingga pada suatu waktu saya menyadari bahwa hidup adalah tentang menjalani semua keputusan-keputusan yang sudah kita pilih. Tidak mudah memang, menjalani kehidupan sesuai dengan keputusan yang telah kita pilih, karena setiap pilihan memiliki konsekuensinya masing-masing. You only live once, jadikan semua pengalaman yang telah kamu dapatkan sebagai pembelajaran.